Pentingnya Memahami Kepribadian Manusia
Kepribadian atau yang dalam bahasa inggrisnya adalah
personality merupakan salah satu topik yang cukup menarik. Karena di dalam diri
setiap insan manusia memiliki kepribadian yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya. Sehingga ada rasa ingin tahu untuk mempelajari dan memahami pada saat
mempelajari yang apalagi kalau bukan psikologi. Dalam psikologi sendiri banyak
membahas mengenai manusia, maka tidak menutup kemungkinan jika orang-orang
psikologi akan banyak berhadapan dengan permasalahan perbedaan kepribadian di
setiap manusia. Mempelajari konteks ini biasanya sering diterapkan oleh para
ahli psikologi dan manajer untuk menentukan seseorang yang ingin masuk ke
tempat kerja atau dengan kata lain keputusan merekrut tenaga kerja. Sedangkan bagi
sebagian orang non psikologi, belajar tentang kepribadian manusia agar dapat
bermanfaat untuk mempercepat menyesuaikan diri di tempat kerja sesuai dengan
kepribadiannya. Sebenarnya, masih sangat banyak manfaat lain yang akan di dapat
dari mempelajari kepribadian manusia yang nantinya dapat membuat kita berbeda
dengan orang lain, jika mengerti tentang ilmu ini. Karena, kepribadian manusia
merupakan salah satu topik yang penting untuk dapat dipelajari.
Ketika kita ingin belajar tentang kepribadian manusia,
maka kita harus belajar tentang sifat (kepribadian) manusia yang berbeda-beda.
Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Dimana ada manusia yang
merasa lebih baik jika dia dikumpulkan di perkumpulan yang ramai, ada juga
manusia yang lebih suka dengan suasana yang tenang atau bahkan tidak ada orang.
Jika kita bisa melakukan positioning yang tepat pada
seseorang, maka kletika kita dapat membuat manusia berkembang dengan baik
ataupun sebaliknya, jika positioning keliru, maka yang berlaku
adalah sebaliknya.
Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepribadian
manusia yaitu dipengaruhi oleh faktor turunan dan faktor
lingkungan. Faktor turunan adalah merupakan faktor yang timbul dari dalam
diri manusia yang seringkali dikaitkan dan telah ditentukan oleh Tuhan atau
yang sering disebut dengan kata keturunan. Ketika berbicara faktor
lingkungan akan banyak berbicara soal hal-hal yang terjadi di luar saat orang
itu hidup, bagaimana dengan orang-orang yang ada di dekat kita, kondisi kita,
tuntutan kita akan membentuk suatu kepribadian kita. Sampai saat ini masih
belum ada rumus pasti yang menentukan seberapa besar pengaruh faktor turunan
dan faktor lingkungan dalam menentukan kepribadian. Ada beberapa pendapat
mengartikan tentang kepribadian ada yang mengatakan ditentukan oleh faktor
turunan, ada juga yang merasa kepribadian hanya ditentukan oleh faktor
lingkungan, saya lebih setuju dengan pendapatnya Josua Wahyudi mengatakan bahwa
kepribadian dapat ditentukan oleh faktor turunan dan faktor lingkungan.
Banyak ahli psikologi melakukan penggolongan kepribadian
guna membuat kita lebih mudah memahami manusia dalam membentuk kepribadian. Hal
ini digunakan agar kepribadian manusia yang beragam dapat digolongkan menjadi
suatu kepribadian yang dapat dimodifikasikan. Dengan penggolongan ini tidak
sepenuhnya benar karena manusia memiliki kepribadian yang unik antara yang satu
dengan lainnya. Oleh kerena itu dengan penggolongan kepribadian manusia
merupakan penelitian yang terus berkembang, dipelajari dan terus
berubah-ubah sampai saat ini.
Teori Kepribadian Galen
Teori ini dikemukakan oleh Claudius Galen seorang
filsuf dan dokter yang hidup pada tahun 129-200 masehi. Teori ini dikembangkan
dari teori Yunani Kuno mengatakan bahwa ada perbedaan penyaluran cairan dalam
tubuh pada manusia yang merupakan representasi dari proporsi 4 elemen dasar (earth,
air, fire, dan water) dalam tubuh. Dari teori tersebut Galen berpendapat
bahwa terdapat perbedaan kepribadian berdasarkan proporsi banyaknya cairan
tubuh. Jika kita sering mendengar tentang Sanguinis, Phlegmatis,
Koleris, dan Melankolis; maka sebenarnya kita sedang membahas tentang teori
Galen.
Teori Galen-Sanguinis, Phlegmatis,
Koleris, Melankolis
Sanguinis atau yang sering disebut dengan
istilah populer berbicara soal kepribadian yang senang
diperhatikan. Dengan tipe ini orang senang diperhatikan sehingga dengan tipe
ini suka untuk tampil di dalam kelompok dan ingin menjadi pusat perhatian. Dengan
tipe sanguinis biasanya memiliki kepribadian yang cerewet dan senang untuk
bercerita.
Phlegmatis atau yang biasa dengan istilah cinta
damai berbicara soal kepribadian yang senang damai. Karena suka dengan
kondisi yang damai tentram, dengan tipe ini biasanya suka dengan kondisi yang
netral, mudah mengikuti pendapat orang lain. Kepribadian yang satu ini biasanya
tidak terlalu menjadi pusat perhatian dalam suatu kelompok yang diikutinya,
tapi ketika ada konflik dalam suatu kelompok, phlegmatis akan berperan
penting untuk menciptakan suasana kedamaian dalam kelompoknya.
Yang sering disebut dengan
istilah si kuat atau
Koleris, berbicara soal kepribadian yang senang memimpin atau mengatur. Tipe
ini senang memimpin ataupun mengatur, kepribadian ini sering terlihat sebagai pemimpin
dalam kelompoknya. Sifat seolah-olah adalah seorang boss pada
Koleris membuat kepribadian ini yang biasanya menjadi penentu dalam pengambilan
keputusan dalam sebuah kelompok meskipun posisi tipe kepribadian ini bukan
merupakan pemimpin dalam kelompok.
Yang sering disebut dengan istilah sempurna atau melankolis berbicara soal
kepribadian yang perfeksionis. Tipe ini berusaha mencapai kondisi yang
sempurna, tipe melankolis ini yang senang dengan berpikir. Tipe melankolis akan
berpikir secara cermat dalam segala sesuatu agar kondisi yang ingin dicapai
adalah kondisi yang perfect. Melankolis dalam kelompoknya merupakan
tipe yang selalu mengeluarkan pendapat dengan berbagai pertimbangan yang dapat
menentukan keputusan dengan hasil baik.
Teori DISC
William Moulton Marston merupakan orang yang
mengemukakan teori dalam bukunya yang berjudul The Emotions of Normal
People. Buku ini diterbitkan pada tahun 1926, mengatakan empat faktor
penting dalam mengukur kepribadian. Faktor penting tersebut adalah Dominance,
Influence, Steadiness dan Compliance atau disingkat
menjadi DISC.
Teori DISC ini merupakan teori yang banyak diginakan
di Indonesia. Setelah dilihat pada saat di lapangan kerja ataupun sistem
pengajaran, teori yang satu ini termasuk teori kepribadian yang paling banyak
penulis jumpai. Dengan menerapkan teori kepribadian ini banyak dipelajari di
Indonesia, Karena teori ini memiliki tingkat kemudahan dalam mengukur dan
menentukan kepribadian.
Teori DISC-Dominan Intim Stabil
Cermat
D memiliki arti Dominance atau dominan,
dengan memiliki sifat ini seseorang akan dominan. Dengan sifatnya yang dominan,
orang dengan tipe akan memiliki sifat tegas, susah untuk merubah pendapatnya.
Orang tipe ini memiliki tingkat ketakutan terbesar yaitu takut dimanfaatkan
orang lain.
I memeliki arti Influence atau intim,
memiliki sifat mempengaruhi. Karena sifatnya tipe ini senang mempengaruhi lain,
dengan tipe ini seseorang memiliki sifat persuasif, senang mempengaruhi orang
lain. Dengan tipe ini orang memiliki ketakutan terbesar yaitu penolakan. Jika
penulis bandingkan dengan teori Galen, tipe Intim ini hampir sama dengan Sanguinis.
S memiliki arti Steadiness atau Stabil,
memiliki sifat yang stabil. Memiliki sifat stabil, orang dengan tipe ini
memiliki sifat yang tenang, dia posisinya dia akan mengambil posisi pendengar
yang baik dan tidak suka dengan perubahan. Tipe ini orang akan memiliki
ketakutan terbesar yaitu kehilangan rasa aman. Jika penulis bandingkan dengan
teori Galen, Stabil hampir sama dengan Phlegmatis.
C memiliki arti Compliance atau cermat.
Dengan sifatnya yang cermat, orang dengan tipe ini memiliki sifat analitis,
berhati-hati serta standard kerja yang tinggi. Orang dengan tipe ini
memiliki ketakutan dalam dirinya tidak sanggup dikritik. Jika penulis
bandingkan dengan teori Galen, cermat hampir sama dengan melankolis.
Teori Galen dan Teori DISC
Kedua teori ini menjelaskan bahwa setiap manusia
memiliki satu atau dua kepribadian yang dianggap sebagai kepribadiannya; untuk
mengukur kedua teori ini berbeda dengan teori Big Five dia membagi
kepribadian menjadi menjadi 5 (lima) dimensi. Dari setiap dimensi tersebut
diukur berdasarkan tingkat kemiripannya, jika hasil pengukuran dimensinya
bernilai rendah, merupakan lawan dari dimensi yang bernilai rendah tersebut.
Nah itulah teori-teori kepribadian yang bisa kita pahami. Setelah
membaca jadi lebih tahu tentang kepribadian setiap orang itu berbeda kan? Jadi
kepribadian kamu termasuk yang mana?



Comments
Post a Comment